Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Trading Forex dengan Pivot Point

 





Dalam dunia trading forex, salah satu strategi yang sering digunakan oleh para trader adalah strategi pivot point. Pivot point adalah alat analisis teknis yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat support dan resistance potensial di pasar. Dengan menggunakan pivot point, trader dapat membuat keputusan trading yang lebih baik dan mengoptimalkan potensi keuntungan mereka.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi strategi trading forex yang menggunakan pivot point sebagai landasan. Kita akan membahas apa itu pivot point, bagaimana cara menghitungnya, dan bagaimana strategi trading dengan menggunakan pivot point dapat digunakan dalam praktik sehari-hari.

1. Apa itu Pivot Point?

Pivot point adalah level harga yang dihitung berdasarkan data harga sebelumnya, seperti harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close). Pivot point bertindak sebagai titik referensi utama untuk mengidentifikasi tingkat support dan resistance di pasar.

Pivot point sering digunakan oleh trader sebagai acuan untuk menentukan arah pergerakan harga. Jika harga bergerak di atas pivot point, itu dianggap sebagai sinyal bullish, sedangkan jika harga bergerak di bawah pivot point, itu dianggap sebagai sinyal bearish.

2. Menghitung Pivot Point

Pivot point dapat dihitung menggunakan beberapa metode yang berbeda, tetapi salah satu metode yang paling umum adalah metode "Standard" yang menggunakan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan dari periode waktu sebelumnya. Berikut adalah rumus untuk menghitung pivot point:

  • Pivot Point (PP) = (Harga Tertinggi + Harga Terendah + Harga Penutupan) / 3
  • Selain pivot point, ada juga level support dan resistance yang dihitung menggunakan rumus berikut:
  • Support 1 (S1) = (2 × Pivot Point) - Harga Tertinggi
  • Support 2 (S2) = Pivot Point - (Harga Tertinggi - Harga Terendah)
  • Resistance 1 (R1) = (2 × Pivot Point) - Harga Terendah
  • Resistance 2 (R2) = Pivot Point + (Harga Tertinggi - Harga Terendah)

Dengan menghitung pivot point dan level support serta resistance, trader dapat mengidentifikasi tingkat harga yang potensial untuk mengambil keputusan trading.

3. Strategi Trading dengan Pivot Point

Strategi trading dengan pivot point melibatkan penggunaan pivot point dan level support serta resistance yang dihitung untuk mengidentifikasi peluang trading yang baik. Berikut adalah beberapa strategi yang sering digunakan oleh trader:

a. Breakout Trading

Breakout trading adalah strategi yang melibatkan identifikasi level support dan resistance yang signifikan. Jika harga berhasil menembus level support atau resistance dengan kuat, itu dapat menjadi sinyal untuk membuka posisi trading. Misalnya, jika harga berhasil menembus resistance 1, trader dapat membuka posisi buy dengan harapan bahwa harga akan terus naik.